CINTA KEPADA NABI DAN PARA ULAMA

Alloh swt berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki (para Nabi), yang Kami beri wahyu kepada mereka,
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.” – (QS.16:43).

Dari Abu Darda’ ra, Rosululloh saw bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Tirmidzi).

Meninggalnya seorang yang ‘alim akan menimbulkan bahaya bagi ummat, keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rohmat dan barokah dari Alloh swt, terlebih Rosululloh saw mengistilahkan para ulama’ dalam sebuah sabdanya:

مَفاَتِيْحُ لِلِخَيْرِ وَمَغاَلِيْقُ لِلشَّرِّ
“Sebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.”

Maka tak ada jalan bagi kita untuk dapat dikatakan ta’at kepada ALLOH swt kecuali melalui keta’atan kepada Rosululloh saw.
Dan tak ada jalan bagi kita untuk dapat dikatakan ta’at kepada ROSULULLOH saw kecuali melalui keta’atan kepada ULAMA’, kepada hamba-hamba Alloh -yang ahli dalam perkara al-Qur’an, as-Sunnah.
Lantas siapa kita ini, seandainya tak mengenal ulama atau senantiasa menjauh dari ulama dan enggan mendekatinya .?

Umar bin Abdul Aziz berkata:
-Jika mampu jadilah kamu orang berilmu
-jika tidak mampu jadilah penuntut ilmu
-jika tidak mampu jadilah pencinta ulama’
-jika tidak mampu janganlah kamu membenci ulama’.

Seorang ulama di era setelah sahabat, Ikrimah rohimahulloh mengatakan:
“Janganlah kamu menyakiti seorang ulama karena siapa yang menyakitinya, berarti dia telah menyakiti Rosululloh saw.
Sebab kedudukan ulama sebagai pewaris ilmu para Nabi untuk disampaikan kepada umat hingga hari kiamat nanti.”

Postingan populer dari blog ini

SIMPUL SIMPUL IBLIS DALAM TUBUH MANUSIA